Monday, 24 July 2017

Solusi Tepat dalam Mengelola Wakaf

Solusi tepat dalam mengelola wakaf-Selamat bergabung bersama saya akbarilzam, kali ini saya akan mencoba membahas tentang permasalahan apa saja yang kira-kira ada dalam hal pengelolaan wakaf yang sejatinya dalam hal pengelolaan wakaf ini bisa bermanfaat untuk ummat.


Ketika mendengar kata wakaf sebenarnya tidak begitu aneh karena kata wakaf ini walaupun jarang didengar, tapi ternyata ketika saya terlibat didalam proses pengelolaannya ternyata saya dihadapkan dengan berbagai permasalahan.

Sebenarnya masalah apa saja yang saya hadapi ketika dihadapkan dengan masalah wakaf ini, tepatnya sebulan kebelakang saya mengikuti tes penerimaan Penyuluh Agama Honorer serentak seluruh Indonesia tahun 2016, dan Alhamdulillah tahap demi tahap telah saya lalui dengan kerja keras dan do’a pastinya.

Tahapan-tahapan dalam perekrutan Penyuluh Agama Honorer tahun 2016 diantaranya :


·        Tes administrasi,
·        Tes Tulis,
·        Tes Wawancara

Dan tidak lama berselang saya mendapat kabar dari Kantor Urusan Agama Kecamatan bahwa nama saya ada di urutan ke 8 dari semua peserta 23 orang seKecamatan kami, dan Alhamdulillah walaupun masih belum percaya bahwa saya lulus.

Setelah pengumuman pelulusan, saya cek ke Kemenag Kabupaten ternyata benar adanya bahwa saya ada di catatan pengumuman di Kemenag Kabupaten juga, kenapa harus cek ke Kemenag Kabupaten ? yah untuk meyakinkan saya aja soalnya ga percaya aja..he.

Nah, permasalahannya mulai muncul ketika kami dipanggil kepala KUA kecamatan, kami 8 orang ini dibagi-bagi tugas .. kebetulan di Kecamatan kami ada 18 Desa, saya diberi tugas ke tiga desa untuk mensosialisasikan tentang Wakaf, … apa ? Wakaf !!

Saya langsung bergegas pulang untuk melihat seberapa besar masalah Wakaf ini, kenapa harus diurus masalah Wakaf ini Tanya saya kedalam hati saya ! Oh ternyata memang masalah tentang Wakaf ini diantaranya perlu pengadministrasian yang professional, transparan dan mudah dimengerti untuk para Wakif ( yang memberikan hartanya untuk diwakafkan ) supaya tidak terjadi kesalah pahaman di kemudian hari.

Hal pertama yang mungkin harus saya perdalam tentang masalah wakaf ini adalah pemahaman menyeluruh tentang Wakaf itu sendiri, mari kita sama-sama belajar apa sih sebenarnya Wakaf itu ?


Pengertian Wakaf

Menurut UU Republik Indonesia nomor 41 tahun 2004, bab. 1 pasal 1, bahwa :
Wakaf adalah perbuatan hukum wakif untuk memisahkan dan/atau menyerahkan sebagian harta benda miliknya untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan kepentingannya guna keperluan ibadah dan/atau kesejahteraan umum menurut syariah.

Mari kita bedah masalahnya, kira-kira masalah yang akan timbul dari dari pengertian di atas apa saja :

Yang pertama, mungkin yang ada dalam benak saya, siapakah yang kira-kira berhak menerima, mengelola Wakaf tersebut ? pastinya harus manusia dong, dan selanjutnya apa saja yang harus ada dalam pengelolaan Wakaf ini.

·        Wakif : “ Adalah pihak yang mewakafkan harta benda miliknya”.
·        Ikrar Wakaf : “Adalah pernyataan kehendak wakif yang diucapkan secara lisan dan/atau tulisan kepada Nazhir untuk mewakafkan harta benda miliknya”.
·        Nazhir : “adalah pihak menerima harta benda wakaf dan wakif untuk dikelola dan dikembangkan sesuai dengan peruntukannya.
·        Harta Benda Wakaf : “adalah harta benda yang memiliki daya tahan lama dan/atau manfaat jangka panjang serta mempunyai nilai ekonomi menurut syariah yang diwakafkan oleh wakif.
·        Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf, selanjutnya disingkat PPAIW : adalah pejabat berwenang yang ditetapkan oleh Menteri untuk membuat akta ikrar wakaf.
·        Badan Wakaf Indonesia : adalah lembaga independen untuk mengembangkan perwakafan di Indonesia.

Yang kedua, yang menjadi pertanyaan selanjutnya adalah, apa dasar pengelolaan wakaf ini, kemudian setelah saya baca-baca di UU No. 41 Tahun 2004 tentang Wakaf, ternyata dasarnya adalah ;

·        Wakaf sah apabila dilaksanakan menurut syariah.
·        Wakaf yang telah diikrarkan tidak dapat dibatalkan.
·        Wakaf bertujuan memanfaatkan harta benda wakaf sesuai dengan fungsinya.
·        Wakaf berfungsi mewujudkan potensi dan manfaat ekonomis harta benda wakaf untuk kepentingan ibadah dan untuk memajukan kesejahteraan umum.

Selanjutnya dalam pengelolaan wakaf ini kita harus memperhatikan unsur-unsur apa saja yang harus ada didalamnya, namun pembahasan untuk unsur-unsur yang harus ada dalam wakaf akan kami bahas dalam artikel selanjutnya

0 blogger-facebook

Post a Comment